Naik gunung, siapa takut!!

Siapa sih yang ga pernah liat foto narsis para pendaki gunung dengan adegan foto tampak punggung dan background awan plus sunrise? Kamu juga pasti pernah kan. Sebenernya saya pengen juga cobain foto kaya gitu. Tapi di kepala saya kalo udah yang namanya NAIK GUNUNG itu BIG NO NO banget. Soalnya pasti berhubungan sama dingin yang luar biasa di atas sana. Saya ga toleran dingin. Itu adalah salah satu alasan kenapa saya seneng banget diving. Karena saya ga suka gunung. hahahaha. Dan menurut saya dunia di bawah laut lebih surealis.

Masih inget sama temen-temen gosong saya di Makassar yang pernah saya ceritain di postingan sebelumnya? Kami terdiri dari banyaaaaak banget latar belakang yang menjadikan kami beraneka ragam. Salah satunya ada sekelompok anak di gosong yang hobi manjat gunung. Mereka udah beberapa kali naik gunung di Sulawesi Selatan. Gunung Bawakaraeng udah sering mereka jabanin.

Berawal dari tekad saya untuk cobain semua hal yang ada di Sulawesi sebelum saya pindah, akhirnya seminggu sebelum saya pindah dari Makassar, saya dengan gagah beraninya memutuskan untuk ikut naik ke salah satu gunung di deket Makassar. Gunung Bulusaraung. Spoiler dari berbagai pihak yang pernah ke sana sih katanya deket dan bisa bolak balik ga pake nginep di atas. Oke ini menarik. Berarti saya ga perlu kedinginan di malam hari karena angin gunung.

GUNUNG BULUSARAUNG, SAYA DATANG.

IMG_9852

Rombongan kami berjumlah enam orang. Tiga perempuan dan tiga laki-laki. Tiga perempuan siapa aja? Ga usah ditanya. Di gosong, siapa aja sih cewenya kalo bukan saya, Mbak Tasa dan Rosa. Kalo bukan karena mereka berdua ikut, saya ga akan pernah mau ikut naik. Well jiwa kompetitif saya kumat. hahahaha.

Perjalanan menuju ke pos pertama di Bulusaraung dapat ditempuh dari kota Makassar sekitar dua jam dengan motor. Sayangnya salah satu motor tidak dalam kondisi yang baik. Awalnya bukan saya yang naik motor tersebut tapi Mbak Tasa. Karena Mbak Tasa takut jadi dengan besar hati saya gantian naik motor yang agak rewel. Mulai dari harus turun dari motor dan jalan kaki sendirian di tengah hutan gelap, Berdoa komat kamit supaya motornya ga mati mesinnya. Diem di tikungan karena motornya ga bisa naik (untung bagian ini berempat. Kalo sendirian, saya pasti udah nangis ketakutan.) Kami lewati. Akhirnya sampai di pos pertama tempat kami harus memarkir motor dan memulai perjalanan. Saya ga khawatir sih. Dua dari tiga laki-laki yang ikut naik gunung memang mountaineer jempolan. Damba dan Kak Werdhi (Alam mah penggembira.. hahahaha). Beban di tas saya isinya cuma sleeping bag sama botol aqua 1.5L. Sisanya dibawa para pria. hahahahaha. Tetep aja sih susah naiknya secara kaki saya pendek. Jadi untuk medan-medan tinggi, saya musti berjuang. Ada sekitar 8 pos untuk sampe ke puncak Bulusaraung. Dua di antaranya track bonus. Jujur saya hampir menyerah. Track nya curaaaaam banget edan. Pemula gituh langsung dikasih track macem wall climbing. alhamdulillahnya, ada sekelompok mas-mas yang juga mau naik dan bersedia nemenin kami, ngebantuin juga nunjukin jalan plus ngasih tau gimana cara ngelewatinnya, mereka keliatan apal dan gape banget sih, mungkin tiap wiken naik mulu kerjaannya ke sini. Tanpa mereka, kami hanya selembar daun kering di tengah hutan. huhuhu.. Alhasil, kami sampe di pos sebelum summit sekitar jam 4.30 pagi dan karena keleletan saya buat naik, kami kelewatan momen golden sunrise di puncak. Keliatannya pas lagi pegangan di batu gede pas track menuju summit. Setelah perjuangan selama hampir EMPAT JAM melewati berbagai rintangan, akhirnya….

IMG_9768

Saya persembahkan, Puncak Gunung Bulusaraung!!

Cantik deh pemandangan di atas sini. Kamu bisa liat garis pantai Pulau Sulawesi sebelah Barat dan Puncak Gunung Bawakaraeng di sebelah Selatan sana. Dan bonusnya…

Pelangi bulat sempurna!!!

Pelangi bulat sempurna!!!

WE DID IT!!

WE DID IT!! (Damba, saya, Rosa, dan Mbak Tasa)

Puncak Bulusaraung ada sekitar dua titik yang dihubungkan dengan satu lembah kecil. Anginnya kenceng banget di atas sini dan matahari juga bersinar super terik jadi ga bisa berlama-lama. Sekitar pukul 7 kami bergerak turun buat makan dan istirahat. Capek cuy. Dengkul mulai tremor, gula darah turun drastis dan mulai gejala black out, tunnel vision. hahahaha

Sekitar jam 1 kami mulai turun ke pos awal tempat parkir motor. Dengan dengkul yang udah ga karuan, paha mulai njarem (apalah njarem ini bahasa indonesianya) saya tertatih-tatih untuk sampe ke bawah. Untung pemandangannya bagus. Akhirnya sampe lagi di pos sekitar pulul 4 sore dan sampe lagi di Kota Makassar sekitar jam 8 malem (tetep pake drama ban bocor lah) dengan keadaan super kurang tidur dan BESOK MASUK KERJA. terima kasih. hahahaha

well. berikut beberapa tips mendaki gunung dari saya untuk kamu yang pemula.
1. Pilihlah temen mendaki yang tepat. Percaya deh, kamu ga akan mau naik gunung saya temen yang bawel ngeluh dan bikin down semangat di sepanjang perjalanan. Kamu juga perlu bikin analisa singkat, siapa yang paling bisa diandalkan kalo ada apa-apa di atas sana. Bukannya mau bergantung sih. Tapi ada yang bilang “if you wanna run fast, run alone. If you wanna run far, run together”. Perjalanan naik gunung ga ada yang pernah singkat. Penuh dengan mind trick nan menguras stamina. you do need a great partner tho!
2. Jangan pake baju berlebihan. Pakailah pakaian yang super nyaman dan tidak membatasi pergerakan. Celana jeans dan running shoes sangat tidak disarankan. Kenapa? celana jeans cenderung kaku jadi membatasi pergerakan pangkal paha dan running shoes punya sol dari karet yang rapat jadi cenderung licin. Kalo mau pake sepatu trail run yang memang didesain buat naik gunung dan memungkinkan buat loncat sana loncat sini di atas kerikil.
3. Jangan paranoid. Paranoid di sini serba ketakutan di atas akan butuh hal-hal yang sebenernya ga kamu butuhkan. Jangan mikir panjang pas packing. Masukin hal-hal pertama yang kamu butuhkan. Begitu kamu anggep cukup, udah jangan diulang lagi ingatan packing-annya. Karena kalo diulang bisa jadi kamu mikir “ih kayanya butuh selimut deh. kan nanti dingin. oke selimut masuk. ih kayanya nanti butuh topi deh. kan pas turunnya panas terik. oke topi masuk.” ga sadar, satu kamar kamu masukin ke carrier.
4. Pilih outdoor gear yang pas. Tas, jaket, buff, headlamp, tongkat, dan lain-lain sebaiknya dipikirin dengan baik. Kalo mau pinjem, pinjemlah sebelum kamu naik gunung. Freerider yang kerjaannya minjem barang di atas bikin bete mood. Yang lain berat-berat manggul, lah dia enak aja sisa minjem di atas.
5. ini paling penting. FISIK DIJAGA. Beda naik gunung sama mau nyelem. Perjalanan menuju ke tempat tujuan sangat menguras tenaga dan emosi. Latihan lari dikit-dikit akan sangat membantu movement kamu selama naik gunung. Dan jangan lupa bawa turun lagi semua sampah kamu!! ini penting buat ngejaga lagi semua ekosistem seperti sebelum kita datang kan.

Have fun dan jangan lupa ambil foto yang banyak!! belum tentu kita akan punya kesempatan naik ke gunung itu lagi dan setiap pendakian bukan kompetisi. Pendakian sama seperti perjalanan lainnya, perjalanan hati.

the gosong angels!

the gosong angels!

2 thoughts on “Naik gunung, siapa takut!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s