Broken heart for thirties

Hi world.

For future generation who read this post, just let you know that today, my generation is facing and battling with worldwide spread super flu virus with no vaccination available yet.. amazing kan dan ini udh bulan ke 6 saya kerja dari rumah.

Tanpa bermaksud untuk mengeluh dan membandingkan kesulitan dengan orang lain di mana saya yakin betul dan sepakat dengan quote salah satu temen saya yang bilang bahwa bisa bertahan aja di masa kaya gini tuh udah hebat banget, hari ini berasa sesuatu sekali.

Setelah semalam saya bermimpi tentang orang yang saya suka, sorenya saya menyadari bahwa ini one sided love karena sepertinya dia balik sama mantannya, lalu mantan saya view linkedin page, lalu ujan seharian, maka terciptalah perasaan paling gloomy sepanjang 2020.

Well mungkin ini kombinasi ya dari
1. Kelamaan di rumah, tanpa human interaction
2. Unpleasant condition di keluarga
3. Fakta bahwa saya masih aja mengalami hal-hal yang kok kayanya off track banget, semacam kenapa si ga pernah belajar dan kenapa juga gampang investing feeling sama orang
4. Kondisi kerjaan yang tidak bisa dibilang mudah, iya bener bahwa seharusnya saya bersyukur sekali masih punya kerjaan di masa kaya gini, yes i do. Tapi buat yang masih kerja juga, berasa ga si kalo masa pandemi ini bener-bener membawa tantangan kerja dan kompleksitas pada level yang jauuuuuh lebih-lebih dibanding sebelumnya dan bikin mudah stress
5. Fakta lainnya bahwa by the time saya nulis ini udh memasuki bulan November

Entah kenapa dari dulu saya selalu merasa lebih beruntung di tahun-tahun genap. Mungkin karena saya lahir di tahun genap ya, jadi hampir milestone penting terjadi di tahun genap. Begitu pula dengan kondisi love life yang selalu saya harapkan berakhir baik di tahun-tahun genap, tapi universe berkata lain, endingnya tidak demikian hahahaha

Saya kira, karena sudah beberapa kali mengalami kejadian serupa, sudah lah kebal, ga akan ada air mata lagi, ga akan ada sedih mojok di pojokan hati. Saya kira saya sudah tau formulanya gimana untuk menghadapi perasaan ini atau bahkan ga perlu mengalaminya lagi. Semacam, ga pernah terbayangkan sebelumnya akan melewati umur 30 dan masih dengan problematika hidup serupa, i mean, come on Ajeng, can we choose something else..

Ternyata, when it comes to broken heart, mau berapapun umurnya tetep ya keluar air mata, feeling blue, miserable, dan semacam pertanyaan besar dalam hati, what’s wrong with me..

Berapapun umurnya, tetap hati ternyata tetap patah hati ya. Bedanya, mungkin kali ini saya punya rumus yang lebih mujarab untuk bangkit, put my self together and moving on.

Maaf ya blog, dateng-dateng malah nulis sampah hehehe..
i promise to visit you more often 🙂
Stay safe everyone

ps. for you, you know who you are, if you manage to read this, thank you for making my 2020 more colorful and brought me so many good things in life, serial list to watch and crunchy jokes i can’t stand. thank you for trusting me with your life story ya. you’re my pandemic cure 🙂

earth, please recover. i might run off happiness doze if you stay like this much longer. please.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s