Semanis apa sih Ambon Manise

ambon, semanis itu!

ambon, semanis itu!

Perjalanan kami ke Pantai Ora ini dilakukan pada saat liburan Idul Adha. Terbayangkan kan, bagaimana betenya ibu saya. Anaknya bukannya pulang waktu lebaran Idul Adha, malah jalan-jalan pelesiran. Hehehe. Jadi, kami merancang untuk pulang ke Ambon sebelum Idul Adha supaya bisa sholat di Ambon. Karena kalo masih di Masohi, akan sudah buat sholat Idul Adhanya. Akhirnya kami berusaha ngejar ferry terakhir dari Waipirit ke Tulehu. Sebenernya, sunset sepanjang jalan cantiiiik banget. Tapi apa daya.. ngejar kapal lebih penting. Setelah deg-degan selama 6 jam karena takut ga keburu, Alhamdulillah masih dapet ferry terakhir. Sampe di Tulehu sekitar jam 9 malem. Pelabuhan udah sepi banget dan temen yang baik hati dan bersedia ditumpangin baru bisa direpotin besok nya setelah sholat. Akhirnya kami harus cari sewa mobil. Awalnya mahal-mahal bgt ga masuk akal. Masa satu orang bayar 150ribu. Orang Cuma sebentar. Akhirnya nemu yang mau anter dan dibayar 200ribu untuk semobil sampe ke kota. Fiuh. Malem ini bisa tidur tenang.

nice ceiling isnt it?

nice ceiling isnt it?

Besoknya kami sholat di Islamic Center. Mesjidnya deket bgt sama lokasi rumah temennya mbak tasa yang di ambon. Abis sholat, sungkem-sungkeman sama anggota trip yang lain sebagai pengganti keluarga hehehe. Trus dijemput dan langsung ke Pantai Liang. Iyeaaay.

Keluarga Cemara banget lah kami hehehe

Keluarga Cemara banget lah kami hehehe

Pantai Liang ini cantik banget. Warnanya ijo tosca dalam keadaan mendung sekalipun. Lokasinya deket sama pelabuhan Tulehu. Setelah puas main di Liang (ga pake nyelem soalnya mendung dan udah abis bajunya. Hahahaha.) kami ngejar liat moray eel yang jinak dan dipelihara. Ini juga keren banget. Gila moray nya gedeeee bgt. Ini giant moray kaya yang saya pernah liat di documenter nat geo wild di daerah pasifik. Ternyata di Ambon sama gedenya. Pawangnya manggil pake kuning telor dan mereka akan keluar kalo air dicipak-cipak dan telornya dideketin ke air. Puas ngeliatin belut raksasa, mengarah ke pemandian air panas yang jalannya searah. Well, yah.. standar pemandian sih. Rame buanget. Sampe sandal mbak tasa ilang..

Pantai Liang, liat, ijonya sama kaya sendal saya kan..

Pantai Liang, liat, ijonya sama kaya sendal saya kan..

you jump! I... watch you jump. hehehe

you jump! I… watch you jump. hehehe

giant eel and its master

giant eel and its master

morella, ambon.

morella, ambon.

Setelah seharian jalan, laper banget ga tahan. Pengen nyobain nasi kelapa tapi masih tutup karena hari itu hari libur nasional. Akhirnya nyobain nasi kuning. Enak ya. Lauknya dominan ikan (ya iyalah ya. Hidup Indonesia Timur untuk ikan-ikan enak nan murah). Kenyang, trus mampir ke gong perdamaian. Mudah-mudahan Ambon tetap terus aman ya. Ga ada lagi konflik-konflik antara masyarakat di Ambon. Aamiin.

gong perdamaian, ambon.

gong perdamaian, ambon.

nasi kuning khas ambon

nasi kuning khas ambon

Banyak ya porsinya, tapi setelah seharian jalan-jalan, boleh lah ya. hehehe

Banyak ya porsinya, tapi setelah seharian jalan-jalan, boleh lah ya. hehehe

Hari yang indah untuk pengalaman Idul Adha saya kali ini.

Hari ini adalah hari terakhir kami di Ambon, siangnya penerbangan kami kembali ke Makassar. Masih banyak sebenarnya daftar lokasi yang belum dikunjungi. Tapi apa daya, ga bisa disamperin semuanya. Hari ini kami sempat ke Pantai Pintu Kota yang ombaknya lagi luar biasa dasyat. Lalu mampir Pantai Natsepa buat makan pisang goring, trus nyobain papeda dan ke petak10 buat beli oleh-oleh. Saya suka banget sama kue kenari dan berbagai macam olahan kenari. Enaaaak. Dan dengan kalapnya kami beli beberapa kaos dengan tema Ambon dan Maluku. Hahahaha. Untung desainnya bagus-bagus..

what a peace morning

what a peace morning

Pantai Pintu Kota

Pantai Pintu Kota

the infamous Pintu Kota

the infamous Pintu Kota

just walk to the top of Pintu Kota, and you can... jump!! hahahaha no, you can take a gorgeous picture.

just walk to the top of Pintu Kota, and you can… jump!! hahahaha no, you can take a gorgeous picture.

our last lunch at ambon

our last lunch at ambon

ini lah wujud asli papeda

ini lah wujud asli papeda

you should try this, at least once in life time.

you should try this, at least once in life time.

Martha Christina Tiahahu Statue..

Martha Christina Tiahahu Statue..

hhmm.. Ambon ini menurut saya cantik banget. hawanya juga enak.Bangun tidur dan melihat Teluk Ambon, rasanya sangat damai. Sekarang saya tau kenapa disebut Ambon Manise.

see you again Maluku :)

see you again Maluku 🙂

Trip to Maluku : BARONDA MALUKU

matahari terbit ala indonesia timur

matahari terbit ala indonesia timur

Pernah membayangkan tidur di atas cottage kayu di atas laut dangkal dan tenang? Atau membayangkan terlentang di bawah langit yang bersih, hamparan bintang yang bertaburan dan sepoi-sepoi angin laut yang khas. Sunyi senyap tanpa ada hingar bingar suara hasil peradaban? Tenang. Semua itu ada kok di Indonesia. Apa sih yang ga ada di Negara kita? Maluku jawabannya.

Exotic Maluku

Exotic Maluku

Pernah kan belajar kan waktu pelajaran sejarah jaman SMA, apa motif utama yang membawa VOC dan para pengarung lautan di Eropa sana untuk datang ke bumi Indonesia? Rempah-rempah jawabannya. Apa yang ada di benak kalian jika mendengar kata rempah-rempah? Kalau saya, pala, cengkeh, kayu manis, merica, ternate, banda neira dan wilayah Maluku lainnya. Yah sejak kecil, cerita pengantar tidur saya selalu berhubungan dengan kisah sejarah. Maklum, almarhum kakek saya adalah seorang guru sejarah jempolan. Percaya atau tidak, kata Banda Neira dan Maluku sudah melekat di pikiran saya sejak lama. Ditambah dengan cerita dari orang-orang yang pernah ke sana, tentang betapa cantiknya bumi Maluku, saya semakin ingin ke sana.

Para Pengejar Matahari

Para Pengejar Matahari

Berawal dari perkumpulan saya yang pernah saya ceritakan sebelumnya. The Gosong Junkies. Setelah perjalanan tanpa henti mengunjungi kepulauan Spermonde, kami mulai melirik destinasi lain yang dekat dari Makassar. Sungguh ya, bagi kalian anak rantau yang sedang merantau ke Makassar, kalian sangat beruntung. Kenapa? Makassar itu surga! Hub untuk semua penerbangan ke daerah eksotis di tengah dan timur Indonesia. Rugi berat kalo ga dimanfaatkan jarak ini. coba aja bayangkan. Ke Ambon, tinggal satu kali penerbangan. Ke Labuan Bajo, Bali, Lombok? Satu kali penerbangan juga. Ke sorong, raja ampat? Ada beberapa penerbangan langsung dari Makassar. Ke utara? Sebut aja ternate, Gorontalo, Manado? Dekeeet. Sisa satu kali penerbangan. Masalahnya, harganya tinggal 1 – 2 juta untuk penerbangan pulang pergi. Bayangkan kalo kamu domisili di tanah jawa? Bisa puasa enam bulan buat terbang ke ambon doang.

Kembali  ke inti cerita, setelah melihat berbagai kemungkinan dan lokasi yang menarik, kami memutuskan untuk ke Pantai Ora di Pulau Seram Maluku. Waktu itu, belum ada travel agent yang bikin paket tur ke sana. Jadi semua diatur sendiri. Tapi emang lebih mending jalan sendiri sih. Pake tur suka ga puas. Untungnya, beberapa bulan sebelum kami berangkat ke sana, mbak Mariprue, mas Mad Alkatiri sama beberapa orang traveler tenar, abis dari sana dalam rangka mengenalkan bumi Maluku. Mereka bikin hashtag Baronda Maluku. Artinya Jalan-jalan ke Maluku.

IMG_2171

Riset dimulai. Akhirnya kami tim kami terkumpul 6 orang. Jumlah yang pas menurut saya. Tidak lebih dan kurang. Rosa, salah satu teman baik saya juga ikut dalam perjalanan ini. alhamdulillahnya, rosa diberkahi kemampuan untuk menyusun itinerary yang ciamik. Tugas saya? Nambahin destinasi yang ga bisa. Hahahahaha akhirnya saya berhasil memasukkan Pulau Pombo dalam rangkaian tujuan perjalanan.

Jadi, kemana saja kami selama di Maluku? Kami berhasil menjelajahi Pulau Pombo, Pulau Seram, Pantai Ora dan spot sekitar nya, ditambah dua hari penjelajahan di Ambon. Puas? Belum lah!! Masih ada Tual, Ngurtafur, Pulau Kei, Banda Neira dan sekitarnya, Pulau Saparua, Pulau Buru.. ah masih banyak. Tapi dengan waktu yang kami punya, ini udah Alhamdulillah banget. Hehehehe.

Pulau Pombo, Maluku Tengah

Pulau Pombo, Maluku Tengah

Lalu pertanyaannya, bagaimana jalur penerbangan untuk sampai di Pantai Ora? (iya, inget!! Ora ini nama pantai, bukan pulau!!)

  1. Sebenarnya ada dua pilihan moda tranportasi yang bisa kamu pilih. Bisa naik pesawat atau naik kapal ferry (kalau punya banyak waktu).
    1. Pesawat >> pilih penerbangan menuju kota ambon. Ini kota terdekat dengan Pulau Seram, lokasi Pantai Ora. Saran saya, ambil penerbangan paling pagi dari kota tujuan supaya bisa sampai di Ambon pagi hari. Oh iya, ambil tempat duduk di samping jendela ya (seingat saya di row F) supaya bisa liat sunrise cantik. Atau bisa pilih penerbangan ke Makassar dulu baru ke ambon. Tapi pasti akan lebih mahal.
    2. Kapal Ferry. Jangan khawatir, ini kapalnya gede banget kok. Bukan kaya kapal roro yang dipake nyebrang dari banyuwangi ke bali. Dari Makassar ke Ambon dilewati jalur ferry. Jadi kamu bisa potong perjalanan dari Makassar ke Ambon dengan Ferry supaya lebih hemat. Tapi kamu harus sediakan waktu yang lebih lama. Karena lama perjalanan sekitar 3 hari.
  2. Sampai di Ambon lalu ke mana? Coba buka peta Maluku. Liat lapangan udara kota Ambon ada di sebelah mana? Yak betul. Ada di bagian agak tenggara. Sedangkan pelabuhan untuk ke Pulau Seram ada di kota Tulehu di utara Pulau Ambon. Jadi kamu perlu naik mobil dari bandara ke pelabuhan Tulehu. Lama perjalanan sekitar 1 jam. Sewa mobil sekitar Rp 150ribu.
  3. Sampe pelabuhan lalu? *regangin jari.. pegel* sampai di Pelabuhan Tulehu, kamu harus naik kapal cepat Cantika menuju Kota Masohi di Pulau Seram. Sebenarnya kamu juga bisa naik kapal ferry dari Tulehu ke Pelabuhan Waipirit. Tapi dari Waipirit ke masohi aja udah tiga jam perjalanan sendiri.
  4. Sampe Masohi, kemana? Cari sewa mobil untuk dipake ke Desa Sawai atau Saleman. Perjalanan darat sekitar 4 jam. Jalannya jeleeeek bgt di beberapa titik. Pusing. Hahahaha. Yah tapi kan emang ga ada harga murah untuk ke surga. Iya kan?
ini baru Pantai Ora!

ini baru Pantai Ora!

Ini penting!! Di lokasi Pantai Ora ada dua pilihan penginapan yang bisa kalian pilih. Pilihan penginapan ini akan berpengaruh pada desa mana yang harus kalian tuju.

  • Ora Beach Resort

Ini resort yang jadi landmark Pantai Ora (tapi juga paling sering bikin orang salah kaprah. Beberapa foto Bora-Bora di polinesia dikira Ora. Ck ck ck.. ). Resort ini lokasinya langsung di Pantai Ora nya. Harganya agak mahal. Karena di Ora ini jauh dari mana-mana dan ga ada restoran yang nyediain makanan, ya makannya disediain sama pihak pengingapan. Makanya hitungannya perkepala per malam. Harga sudah termasuk biaya makan 3x dan penginapan. Di ora beach resort ini perkepala bisa sampe 700ribu semalem. Kalo kalian nginep di sini, kalian akan jalan sampai ke Desa Saleman dari Masohi. Mereka menawarkan fasilitas penjemputan dari ambon sampe ke lokasi resort. Jangan khawatir.

Lisar Bahari Resort

Lisar Bahari Resort

  • Lisar Bahari Resort

Ini alternatif yang lebih murah dan menyenangkan. Saya lebih senang menginap di sini. Sama konsepnya kaya di ora beach resort. Bangunan cottage dari kayu di atas laut. Bedanya apa? Lebih murah dan lokasinya sekitar 10 menit dari Pantai Ora. Kenapa saya lebih senang di sini? Soalnya pas di depan dermaga penginapan (yang mana dermaga itu depan kamar saya), langsung ada palung agak dalem yang cantiiiik banget karangnya. Kalo kamu suka menyelam, pasti lebih suka di lokasi ini. kalo di sekitar ora beach resort agak dangkal dan cocok buat snorkeling. Trus di sini, bapak Ali yang punya penginapan ini helpful banget sediain kapal katinting kalo kita mau jalan-jalan ke Pantai Ora atau spot lain sekitar Teluk Saleman.

Bisa ngapain aja sih di Pantai Ora?

  1. Kamu bisa diving. Tapi kalo mau scuba diving, agak sulit karena belum ada operator diving di sini. Kamu harus bawa semua peralatan dari Ambon sebagai kota terdekat. Kalo saya? Saya lebih memilih selam bebas / freediving waktu di sana. Lebih seru. Hehehe.
  2. Kamu bisa bird watching di Taman Nasional Manusela. Sayangnya saya ga sempat ke lokasi ini. Soalnya jalan sama diver semua jadi lebih pengen nyelem disbanding naik-naik. Mungkin nanti kalo ke sana lagi harus nyobain ini. kayanya seru liat foto orang-orang. Pake single rope technic naik ke pos pemantauannya.
  3. Kamu bisa nyelem di spot tebing. Ini keren banget!! Bentuknya walling sampe ke bawah.
  4. Kamu juga bisa liat cara bikin sagu. Biasanya dianterin sama bapak kapal yang disewa buat ke sini.

Berapa lama harus disisihkan untuk pergi ke semua lokasi ini? eemm.. enam hari mungkin..

di sini? Soalnya pas di depan dermaga penginapan (yang mana dermaga itu depan kamar saya), langsung ada palung agak dalem yang cantiiiik banget karangnya. Kalo kamu suka menyelam, pasti lebih suka di lokasi ini. kalo di sekitar ora beach resort agak dangkal dan cocok buat snorkeling. Trus di sini, bapak Ali yang punya penginapan ini helpful banget sediain kapal katinting kalo kita mau jalan-jalan ke Pantai Ora atau spot lain sekitar Teluk Saleman.

Bisa ngapain aja sih di Pantai Ora?

  1. Kamu bisa diving. Tapi kalo mau scuba diving, agak sulit karena belum ada operator diving di sini. Kamu harus bawa semua peralatan dari Ambon sebagai kota terdekat. Kalo saya? Saya lebih memilih selam bebas / freediving waktu di sana. Lebih seru. Hehehe.

    gosong junkies freediver

    gosong junkies freediver

  2. Kamu bisa bird watching di Taman Nasional Manusela. Sayangnya saya ga sempat ke lokasi ini. Soalnya jalan sama diver semua jadi lebih pengen nyelem disbanding naik-naik. Mungkin nanti kalo ke sana lagi harus nyobain ini. kayanya seru liat foto orang-orang. Pake single rope technic naik ke pos pemantauannya.
  3. Kamu bisa nyelem di spot tebing. Ini keren banget!! Bentuknya walling sampe ke bawah.
  4. Kamu juga bisa liat cara bikin sagu. Biasanya dianterin sama bapak kapal yang disewa buat ke sini.

Berapa lama harus disisihkan untuk pergi ke semua lokasi ini? eemm.. enam hari mungkin..

Info penting :

  1. Di sana ga ada minimarket. Jadi bawa perbekalan pengganjal kelaparan dari pas di Masohi atau Ambon ya. Beli snack yang banyak. Lupakan diet!! Kamu bakal kelaperan selama di Ora kalo ga bawa snack.
  2. Bawa sendiri alat selam kamu. Inget, bawa pelampung ya kalo ga bisa renang. Jangan sampe kaki kamu ngerusak karang-karang cantik di sana. Perhatikan kaki katak kamu sewaktu masuk ke dalam air.
  3. Di sana sinyal susah. Kaya digilir. Paling dapet sinyal waktu malem-malem buta sampe dini hari. Sisanya? Die! Tempat yang bagus kan buat kabur dari kerjaan. Hehehehe.
  4. Bawa uang tunai yang cukup. ATM terakhir yang bisa kamu akses ada di Kota Masohi. Ga lucu kan kalo tiba-tiba kurang bayar penginapan karena duit tunai kurang.
  5. Bawa memory card yang banyaaaak. Sayang kan udah jauh-jauh malah ga bisa foto karena memori abis.
  6. Cobalah bersosialisasi sama penduduk lokal. Ajak ngobrol bapak kapal yang nganterin kamu. Belajar mengenal budaya mereka. Jangan berperilaku sebagai turis congkak. Perhatikan cara bicara dan perilaku. After all, kita ini bertamu loh ke rumah mereka.

Oke. Saya akan review masing-masing lokasi yang saya kunjungi di postingan terpisah setelah ini. so, stay tuned!